JAKARTA – Kepala Badan Pelaksana (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan mengenai sejumlah proyek yang akan dibiayai oleh Danantara.
Ada sejumlah parameter yang menjadi pertimbangan oleb Danantara untuk melakukan investasi.
Di antaranya adalah: mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi impor, meningkatkan daya saing, memiliki nilai tambah, dan sejalan dengan asas kehati-hatian (prudent).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang paling penting, investasi kita ini punya dampak positif ke depannya terhadap anak, cucu kita.”
“Nah, itu juga menjadi salah satu pegangan. Jadi, kami bilang Danantara itu, we invest for the future,” kata Rosan.
Dia menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/3/2025) malam.
“Jadi, ini akan dianalisis oleh tim Komite Investasi kami, baik yang di level operasi, baik yang di level investasi, maupun yang di level BP Danantara.”
Baca Juga:
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
Bulog Libatkan Pemda Awasi Pasokan Beras SPHP Demi Stabilitas Pangan
Investigasi: Dampak Nyata Corporate Action Terhadap Nilai Saham
“Jadi, ini benar-benar akan dilakukan semuanya secara profesional,” kata Rosan.
Dia melanjutkan kajian mendalam itu dibutuhkan sehingga setiap keputusan untuk berinvestasi itu telah melewati serangkaian pertimbangan dan analisis mendalam.
Baik dari segi risiko, legal, administrasi, maupun dari segi daya saing dan pertimbangan atas permintaan-penawaran/demand-supply ke depan.
Rosan belum dapat menyebutkan proyek-proyek yang dibidik Danantara.
Baca Juga:
Danantara Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 6–7 Persen Lewat Investasi Besar
CSA Index RI Naik Pesat, Optimisme Investor Kembali
Morris Capital Resmi Masuk, PIPA Bidik Pasar Baru Hingga Asia Pasifik
Karena semuanya masih dikaji baik oleh komite investasi, maupun oleh tim pelaksana dari level operasi dan investasi.
Termasuk sejumlah proyek hilirisasi dan proyek pembangunan pusat data (data center) sebelum menentukan sasaran investasi.
Tidak hanya proyek-proyek hilirisasi dan data center, Rosan menyebut Danantara juga mengkaji proyek-proyek lainnya.
Yang berkaitan dengan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).
Beberapa proyek yang disebut Rosan itu juga ada yang masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) untuk periode 2025–2029.
“Proyek-proyeknya kami lihat memang ya terutama adalah hilirisasi, kami lihat, karena kembali lagi kami ingin menangkap semua nilai tambah atau value added yang ada di kita.”
Baca Juga:
Pertamina Bangun Rantai Pasok Tangguh di Timur Indonesia Lewat Supplier Engagement Day
Kelelahan Tiba-Tiba Bisa Jadi Tanda Kanker: Ini Penjelasan Medisnya
Indonesia Fokus Hilirisasi, Bahan Tambang Mentah Dilarang Diekspor Permanen
“Itu kami akan lanjutkan. Kemudian kembali lagi ya itu daya saing, kita juga bisa lihat daya saingnya ke depan itu seperti apa,” kata CEO Danantara.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnispost.com dan Ekbisindonesia.com
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Apakabartv.com dan Pusatsiaranpers.com
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Sulawesiraya.com dan Harianjayakarta.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).
Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).
Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.
Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.