CHONGZUO, Tiongkok, 16 Juli 2026 /PRNewswire/ — Artikel berita dari china-asean-media.com.
Forum Kerja Sama Pertukaran Budaya ASEAN-Tiongkok 2026 berlangsung di Chongzuo, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok. Ajang ini diselenggarakan oleh Bureau of International Exchange and Cooperation, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok, serta Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Guangxi.
Mengangkat tema "Konservasi Inovatif dan Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia di Tingkat Regional", forum tersebut menghadirkan dua sesi utama, yakni "Pelestarian dan Pewarisan Warisan Budaya Dunia pada Era Kecerdasan Buatan" serta "Eksplorasi Kolaborasi Lintasnegara dalam Promosi Warisan Budaya Dunia". Ajang ini mempertemukan pejabat bidang kebudayaan dan pariwisata, pakar warisan budaya, akademisi, serta perwakilan media dari Tiongkok dan negara-negara anggota ASEAN untuk bertukar pandangan mengenai masa depan pelestarian warisan budaya pada era digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah peluncuran resmi Initiative on Joint Promotion of World Cultural Heritage atau Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia. Sejumlah institusi yang menandatangani inisiatif tersebut antara lain Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja, Penang Heritage Trust dari Malaysia, Komite Administrasi Kawasan Wisata Huashan Guangxi di Kota Chongzuo, Istana Musim Panas Beijing (Summer Palace), serta Longmen Grottoes Research Institute. Melalui inisiatif ini, para pihak sepakat membangun mekanisme pertukaran informasi secara berkala dan mengembangkan basis data bersama tentang warisan budaya dunia. Mereka juga mendorong pembentukan platform promosi terpadu yang menghubungkan kanal daring dan luring, memperkuat dialog generasi muda ASEAN dan Tiongkok, serta menyiapkan sumber daya manusia lintasdisiplin yang mampu mendukung pelestarian dan pengelolaan warisan budaya lintasnegara.
Forum tersebut juga menjadi ajang peluncuran perdana koleksi produk budaya dan kreatif internasional bertajuk "Chongzuo Huashan Day". Identitas visual koleksi tersebut dirancang oleh tim Beihang University yang telah meraih penghargaan iF Design Award di Jerman. Desain tersebut mengangkat kembali motif seni cadas Huashan yang telah berusia ribuan tahun melalui pendekatan visual yang modern dan relevan dengan tren masa kini. Pendekatan ini menghadirkan sebuah model pengembangan yang menghubungkan pengakuan internasional, penerapan di tingkat lokal, hingga program promosi ke pasar global. Model tersebut dinilai membuka peluang baru bagi pengembangan industri kreatif yang berakar pada warisan budaya dunia.
Tahun 2026 juga menjadi momentum penting dalam hubungan ASEAN-Tiongkok karena menandai lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-Tiongkok dan 35 tahun hubungan dialog antara kedua pihak. Para peserta forum sepakat bahwa budaya, warisan budaya, dan teknologi dapat menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antarbangsa. Dengan memanfaatkan ketiga aspek tersebut, ASEAN dan Tiongkok diharapkan dapat mendorong inovasi dalam pelestarian dan promosi warisan budaya, serta mempererat pembangunan komunitas ASEAN-Tiongkok yang semakin terhubung dan memiliki masa depan bersama.





